Sarpras ~ KHDTK

KHDTK Suban Jeriji

Rabu, 8 Jan 2020 WIB

KHDTK Suban Jeriji

KHDTK Suban Jeriji merupakan kawasan hutan produksi tetap (HP) dengan luas 761,98 Ha. Pada tahun 1986 Dirjen RRL membangun sumber-sumber benih di beberapa Provinsi, salah satunya di kawasan Suban Jeriji Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan Surat Penunjukkan Dirjen RRL Nomor 121/DJ/RRL/V/1986 tanggal 12 April 1986 PT Inhutani I ditunjuk sebagai pengelola Areal Pengumpulan benih di Suban Jeriji. Kemudian berdasarkan SK Direksi PT. Inhutani I Nomor.226/VII/Inhutani/1986 tanggal 7 Juli 1986 dibentuklah proyek perbenihan yang bertujuan untuk mengelola dan memasarkan benih Suban Jeriji.

Pada tanggal 18 Desember 1991 dilaksanakan serah terima asset dari PT. Inhutani I di Sumbagsel kepada PT. Inhutani V termasuk didalamnya Proyek pengelolaan sumber benih Suban Jeriji. Sejak saat itu lah pengelolaan sumber benih Suban Jeriji dilaksanakan oleh PT. Inhutani V. Setelah izin pemanfaatan PT. Inhutani V berakhir, kawasan Suban Jeriji dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membangun budidaya lebah madu. Namun proyek itu gagal dan ditinggalkan sehingga kawasan Suban Jeriji terbengkalai.

Suban Jeriji menjadi KHDTK melalui SK penunjukkan Menteri Kehutanan Nomor SK.278/Menhut-II/2004 tanggal 2 Agustus 2004 dengan Badan Litbang Kehutanan sebagai pengelolanya hutan penelitian, dan pengembangan, serta produksi benih. Pada 2011 areal Hutan Produksi Suban Jeriji diusulkan pemerintah kabupaten Muara Enim menjadi hutan tanaman rakyat (HTR), namun karena statusnya sebagai KHDTK usulan tersebut tidak disetujui. Kemudian melalui surat keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan Nomor SK.33/VIII-SET/2014 tanggal 31 Desember 2014 KHDTK Suban Jeriji dikelola oleh Balai Penelitian Kehutanan Palembang dengan kondisi lahan 80% telah diokupasi oleh masyarakat.

 


Unduh