Sarpras ~ KHDTK

KHDTK Benakat

Senin, 6 Jan 2020 WIB

KHDTK Benakat

Sejarah Singkat

Benakat merupakan awal dari sejarah BPK Palembang, yang pada era 1980 merupakan areal Taman Baru yang ditumbuhi oleh hutan skunder tidak produktif dan padang ilalang seluas kurang lebih 3.724,8 Ha. Pengelolaan lahan hutan di Sumatera Selatan dilakukan dengan proyek kerjasama teknik Trial Plantation Project in Banakat, South Sumatera ATA-186 tahun 1979-1980 sampai dengan 1987/1988. Proyek ini merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia. Cq. Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan dengan pemerintah Jepang. Menindaklanjuti hasil proyek dan menjamin keberlanjutan kegiatan di kemudian hari, Departemen Kehutanan no.099/Kpts-II/1984, tanggal 12 Mei 1984 membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan (Dirjen RRL) dengan nama Balai Teknologi Reboisasi (BTR) Benakat yang berkedudukan di Benakat.

Seiring dengan dinamika kebutuhan akan hasil-hasil litbang kehutanan, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.169/Kpts-II/1991 pada tanggal 23 Maret 1993 dengan berbagai pertimbangan teknis dan administrasi, kedudukan BTR Benakat beralih ke Palembang berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.642/Kpts-II/1993 tanggal 12 Oktober 1993. Pada tahun 2002 BTR Benakat dirubah Struktur Organisasinya menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman (BP2HT) Palembang berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.6185/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan P.42/Menhut-II/2006 tanggal 2 Juni 2006 diubah menjadi Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Palembang dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung (BPK Palembang 2008).

 

 


Unduh