Buku / Booklet

Harmoni Baru Manusia dan Alam di Dataran Tinggi, Rendah dan Lahan Basah

Senin, 29 Mar 2021 | 373

Harmoni Baru Manusia dan Alam di Dataran Tinggi, Rendah dan Lahan Basah

Harmoni  adalah  sesuatu  yang  serasi,  selaras,  dan  seimbang.  Adanya keharmonian akan menghadirkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan. Keserasian, keselarasan dan keseimbangan akan menghadirkan kenyamanan, ketertiban  dan  kecintaan.  Sesuatu  yang  dicintai  pasti  akan  sangat  disukai. Alam  telah  diciptakan  oleh  Tuhan  Yang  Maha  Esa  dalam  keadaan  serasi, seimbang dan selaras. Sebagaimana firman-Nya yang berbunyi:

“Bahwa  seluruh  komponen  jagat  raya  berinteraksi  satu  dengan  lainnya dengan ketertataan yang sempurna dan terukur” (QS: Al-Hijr : 21), “Allah telah  menciptakan  alam  semesta  beserta  isinya  dalam  keadaan  seimbang, indah dan bermanfaat” (QS Al-Mulk : 3)”

Harmoni  manusia  dan  alam  artinya  adalah  keserasian  dan  keselarasan hubungan  manusia  dan  alam  sekitarnya.  Rambo  (1983)  dalam  Helida  et al.  (2016),  menyatakan  adanya  dua  sistem  yang  menjadi  penopang  utama terciptanya harmonisasi manusia dan alam yakni system social dan ekosistem alam  (natural  ecosystem).  Beberapa  komponen  natural  ekosistem  antara  lain meliputi  faktor-faktor  biofisik  seperti  tanah,  air,  iklim,  tumbuhan,  hewan dan lain sebagainya yang satu sama lain berinteraksi dalam suatu mekanisme tertentu  sehingga  perubahan  pada  komponen  yang  satu  akan  berpengaruh pada keberadaan komponen lainnya.

Misalnya saja, perubahan iklim yang mengarah pada tingkat kekeringan tertentu  akan  berpengaruh  pada  ketersediaan  air  dalam  tanah,  yang  pada gilirannya  akan  memberikan  pengaruh  pada  sebaran  tumbuhan  dan  hewan yang ada di atasnya. Demikian juga dengan sistem sosial, beberapa komponen sosial  seperti  demografi,  organisasi  sosial,  ekonomi,  institusi  politik  dan sistem  kepercayaan  adalah  hal-hal  yang  saling  memberikan  pengaruh  pada terbentuknya karakter tertentu, daya tahan, stabilitas, dan tingkat kemajuan (Rambo  1983).  Oleh  karena  itu  antara  kedua  sistem  ini  harus  berjalan seimbang, asupan memberi dan menerima energy harus seimbang, sebagaimana Teori Ekologi Manusia.


Baca Unduh


Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar