Berita ~ Berita Litbang

Mencari Jasad Renik Tahan Cekaman Lingkungan di Lahan Bekas Tambang Timah Pasca Reklamasi

Jumat, 17 Jul 2020 | 112

Mencari Jasad Renik Tahan Cekaman Lingkungan di Lahan Bekas Tambang Timah Pasca Reklamasi

Berawal dari pemikiran dan pertanyaan mengapa upaya reklamasi di lahan bekas tambang timah belum nyata keberhasilannya, mendorong para peneliti BP2LHK Palembang berupaya mencari solusinya. Dari beberapa pendekatan teknis dan input teknologi yang telah diaplikasikan selama ini, baik karena adanya penelitian dan sosialisasi program reklamasi, umumnya hanya menunjukkan data dan informasi hasil pelaksanaan reklamasi pada tahun awal. Tahun kedua, ketiga dan seterusnya, pasca reklamasi tidak berlanjut dengan kemandirian lahan untuk pulih. Berdasarkan observasi di lapangan, teknik reklamasi pasca tambang menjadi penentu keberhasilan reklamasi, baik secara kualitas dan kuantitas, serta kecepatan pemulihan. Dalam pelaksanaan reklamasi, kehadiran jasad renik tanah dan pemilihan jenis yang tepat menjadi hal penting dalam teknik reklamasi yang diterapkan.  

Fungi mikoriza arbuskular (FMA) merupakan salah satu jasad renik tanah yang bersimbiosis mutualime dengan tanaman, yang berperan sebagai agen hayati peningkatan serapan hara dan air, juga berperan sebagai indikator kondisi pemulihan lahan. FMA oleh para peneliti diyakini sebagai pengawal dan pengendali pemulihan lahan terdegradasi (rusak). Selain itu, FMA menjadi modal untuk memulai kehidupan tanaman melalui mekanisme penyiapan tanaman secara fisiologis menghadapi cekaman yang ekstrem. Kesiapan lahan dengan bantuan FMA merupakan modal untuk melangkah pada tahap suksesi selanjutnya, yaitu menyiapkan lahan untuk menjadi tempat tumbuh pohon-pohon berkayu hingga akhirnya mencapai kemantapan ekosistem.

Review status FMA pada setiap teknik reklamasi yang diterapkan telah dilakukan dan ditindaklanjuti dengan upaya pemanfaatan FMA terutama jenis-jenis yang tahan cekaman ekstrem. Tahapan untuk mendapatkan jenis FMA tersebut berupa pengambilan sampel tanah di lahan-lahan yang telah direklamasi dan pengambilan data iklim mikro dan vegetasi. Karakteristik iklim mikro setiap lahan pasca reklamasi menjadi data penting karakter FMA yang akan dibiakkan dan diperbanyak. Saat ini, tahapan identifikasi jenis FMA dan kulturisasi telah dilakukan di laboratorium BP2LHK Palembang. Beberapa jenis FMA yang tahan cekaman ekstrem telah berhasil diidentifikasi dan dibiakkan. Upaya ini perlu ditindaklanjuti dengan tahapan pembiakan massal dan pembuktian efektifitasnya pada jenis-jenis terpilih. {ulfa}


Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar