Berita ~ Berita Litbang

Mahasiswa Jerman Kunjungi Plot Riset Paludikultur BP2LHK Palembang

Kamis, 12 Des 2019 | 38

Mahasiswa Jerman Kunjungi Plot Riset Paludikultur BP2LHK Palembang

BP2LHK Palembang (OKI, 6/12/2019)._ Dua orang mahasiwa, Charlotte Kaiser dan Maik Jerusslem, dari Universitas Sustainable Development, Jerman kerja sama Vanhall Larenstein University of Applied Sciences, Belanda, yang melakukan magang di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin,  mengunjungi plot riset paludikultur di Kabupaten OKI yang dikelola Balai Litbang LHK Palembang untuk belajar mengenai sistem paludikultur dan jenis-jenis pohon yang cocok ditanam di gambut beserta rantai nilainya (Jumat, 6/12/2019). Satu kesempatan besar bagi Balai Litbang LHK Palembang untuk memperkenalkan hasil-hasil riset dan aksi-aksi nyata yang dilakukan selama ini dalam merestorasi gambut kepada dunia internasional.

Selama kunjungan ini, kedua mahasiswa semester 5 strata satu ini dapat melihat dan memahami pengaplikasian beberapa ilmu dan teknologi dalam satu hamparan. Bastoni, peneliti BP2LHK Palembang yang mendampingi menjelaskan plot ini dibangun untuk memberikan wawasan dan membuka mata masyarakat lokal bahwa lahan gambut yang terdegradasi bisa dimanfaatkan dengan optimal dan diandalkan untuk penghidupan mereka. “Kedepannya, masyarakat  bisa meninggalkan budidaya dengan sistem sonor, karena pola tebang dan bakar itu lebih banyak mendatangkan kerugian daripada manfaat yang diperoleh”, ujar Bastoni. Bastoni juga menegaskan pembakaran yang dilakukan masyarakat sekitar hanya akan beroleh manfaat sementara dan keuntungan yang didapat tidak setara dengan kerugian yang diderita masyarakat terdampak lainnya akibat kebakaran tersebut. 

Charlotte merasa Balai Litbang LHK Palembang telah melakukan usaha yang sangat baik dalam merestorasi lahan gambut yang terdegradasi. “Kami baru kali ini melihat penerapan pola paludikultur yang terintegrasi seperti ini di Indonesia, dan ini sangat menarik. Pelibatan masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam proyek ini, walaupun diakui memang tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat. Tambahan pendapatan dari hasil menanam dan perikanan akan menjadi insentif yang bagus untuk masyarakat setempat”, kata Charlotte.

Sama halnya dengan Mark yang menganggap sistem yang diterapkan ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk program restorasi lahan gambut terdegradasi di banyak daerah di Indonesia. Mark menilai integrasi dari berbagai cabang ilmu ini sesuatu yang patut ditiru di daerah-daerah lainnya. “Yang paling penting dari semuanya adalah menjaga agar tidak terjadi lagi kebakaran seperti di tahun 2015, karena kalau tidak sebagus apapun proyeknya tetap tidak akan berhasil”, ujar Mark.

Plot riset paludikultur ini dibangun Balai Litbang LHK Palembang bekerja sama dengan Kedeputian Penelitian dan Pengembangan, Badan Restorasi Gambut pada tahun 2017. Saat ini sudah banyak sinergi yang dibangun bersama instansi lainnya, antara lain dengan Pusat Riset Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Penelitian Karet, dan masih dalam taraf penjajakan yaitu Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. (Fitri)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar