Berita ~ Berita Litbang

International Class: BP2LHK Palembang Kenalkan Agrosilvofishery di Lahan Gambut

Selasa, 4 Feb 2020 | 139

International Class: BP2LHK Palembang Kenalkan Agrosilvofishery di Lahan Gambut

BP2LHK Palembang (palembang, 03/02/2020)_ Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang berkesempatan menjadi salah satu narasumber kegiatan International Class dengan tema Tools For Sustainable Fisheries Management pada Senin (03/02/2020) di Aula Ondara Lantai lll BRPPUPP, Jl. HA. Bastari No.8, Jakabaring – Palembang.

Kegiatan ini merupakan sharing science dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia yang diselenggarakan oleh Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Acara ini menampilkan 4 (empat) narasumber dari berbagai instansi yaitu, Dr. Meaghan Duncan Rourke (Charles Sturt University), Wahyu Endra Kusuma, S.Pi., MP., D.Sc (Brawijaya University), Dr. Safran Makmur (BRPPUPP SEADEC/IFRDMD) dan Ir. Bastoni, M.Si. (BP2LHK Palembang).

Dalam kesempatan ini, Peneliti gambut BP2LHK Palembang, Ir.Bastoni, M.Si menyampaikan presentasi nya yang berjudul Agrosilvofishery: A New Approach for Sustainable fishery management in Tropical Peatland Dalam paparannya, Bastoni menjelaskan bahwa ide awal dari agrosilvofishery adalah ‘utilizing tropical peatland for production purposes, yaitu memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia untuk tujuan produksi bagi masyarakat sekitar lahan gambut.

“Secara alami ekosistem gambut memiliki tiga sumber daya yaitu vegetasi, tanah gambut dan air. Skema agrosilvofishery memungkinkan budidaya perikanan lahan gambut dilakukan secara integratif sehingga pada akhirnya akan dapat mendukung revitalisasi mata pencaharian masyarakat sekitar” ujarnya

Lebih lanjut, Bastoni  menjelaskan agrosilvofishery mengakomodir kegiatan budidaya perikanan di lahan gambut dengan mengoptimalkan ruang dan memanfaatkan fluktuasi  genangan. Kegiatan perikanan di lahan gambut dapat dilakukan saat genangan tinggi, ikan-ikan yang terperangkan dalam jaring pada saat genangan tinggi akan dipelihara selama musim genangan surut. Jenis ikan yang dapat dikembangkan sejauh ini adalah jenis ikan lokal asli gambut, seperti betok, selincah, gabus dan jenis yang lainnya.

“Dengan pola agrosilvofishery diharapkan masyarakat dapat memperoleh sumber pendapatan yang kontinyu dengan memanfaatkan pola fluktuasi genangan yang merupakan faktor pembatas pada pengelolaan lahan gambut” pungkas Bastoni.

Acara ini dihadiri oleh berbagai praktisi dan akademisi bidang perikanan, antara lain Universitas Sriwijaya, Universitas Riau, Universitas Muhammadiyah Palembang, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Penyuluh Perikanan Kota Palembang dan Kabupaten OKI, Balai karantina Ikan Palembang dan BP2LHK Palembang. (etik**)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar