Berita ~ Berita Litbang

Edukasi Produksi Bibit Rotan Jernang Berkualitas, BP2LHK Palembang Luncurkan Buku

Selasa, 4 Mei 2021 | 35

Edukasi Produksi Bibit Rotan Jernang Berkualitas,   BP2LHK Palembang Luncurkan Buku

Balai Litbang LHK Palembang__Tingginya ketertarikan masyarakat menanam rotan jernang tidak seiring dengan pengetahuan yang dimilikinya. Akibatnya, sejumlah kendala acapkali muncul, mulai dari tahap pembibitan sampai dengan pengembangan rotan jernang. Untuk mengedukasi masyarakat, peneliti Balai Litbang LHK Palembang bersama dengan peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor, menyusun buku berjudul “Produksi Bibit Berkualitas untuk Pengembangan Rotan Jernang”. Buku ini diharapkan dapat menjawab permasalahan-permasalahan umum seputar rotan penghasil jernang mulai dari sumber benih, bahan perbanyakan, penanganan serta pemeliharaan bibit di persemaian.

 

Dengan dukungan pembiayaan percetakan dari PT. Sari Aditya Loka, buku yang ditulis dengan bahasa yang sederhana ini, tidak hanya menyasar kaum petani, namun juga diperuntukkan bagi kalangan akademisi, penyuluh, widyaiswara, peneliti, pembuat kebijakan, pengusaha, pemerhati dan pihak-pihak lain yang peduli dengan pengembangan rotan penghasil jernang.

 

Buku setebal 86 halaman yang ditulis oleh Sahwalita, Nanang Herdiana dan Titi Kalima ini terbagi ke dalam tujuh bab. Bab Pertama menjelaskan fakta mengenai nilai ekonomi rotan penghasil jernang yang tinggi namun produksinya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Realita bahwa pemanen rotan jernang biasanya akan memanen seluruh buah rotan yang ditemukan meskipun hanya menggunakan buah yang muda berpengaruh terhadap kesulitan untuk memperoleh bahan perbanyakan generatif berupa biji dari buah tua. Dengan tingginya animo masyarakat untuk menanam rotan penghasil jernang seharusnya dapat diimbangi dengan ketersediaan bibit yang baik dan terjangkau.

 

Penjelasan lebih detail tentang rotan jernang bisa dibaca di Bab Kedua. Disini, rotan jernang diulas lebih rinci mulai dari taksonomi, ciri morfologi, sebaran dan tempat tumbuh, status budidaya serta produk dan manfaat tanaman. Untuk meningkatkan pengenalan pembaca terhadap tumbuhan rotan penghasil jernang, pada buku ini juga disuguhkan foto-foto hasil tangkapan para peneliti dan pegawai BP2LHK Palembang dalam kegiatan penelitian yang berhubungan dengan rotan jernang.

 

Ulasan pada Bab Ketiga lebih memfokuskan pada fenologi dan sumber benih rotan jernang. Benih rotan penghasil jernang yang bermutu cenderung terbatas. Pijakan selangkah lebih maju telah dilakukan oleh Kelompok Tani hutan (KTH) Jernang Lestari di Semendo, Muara Enim, Sumsel dengan cara mengidentifikasi potensi populasi rotan jenang pada beberapa lokasi. Untuk mengatasi masalah keterbatasan benih rotan jernang, dibutuhkan peran serta dari stakeholder terkait untuk mencari solusi atas permasalahan ini.

 

Pembahasan mengenai bahan perbanyakan rotan jernang diulik secara mendalam pada Bab Keempat yang meliputi pengadaan benih rotan jernang, pengadaan anakan alam rotan jernang dan pengadaan bahan vegetatif rotan jernang. Langkah tindak lanjutnya dibahas pada Bab Kelima yaitu mengenai perkecambahan benih rotan jernang yang dimulai dari perendaman benih, pencucian dengan fungsisida, pengantongan, pemanenan kecambah dan pengkondisian kecambah. Benih rotan jernang berkualitas tersebut siap untuk dibibitkan.

 

Dalam Bab Keenam disajikan langkah dan tahapan penting yang harus diperhatikan dalam pembibitan rotan penghasil jernang yaitu penyiapan media tanam, penyapihan, pemeliharaan bibit dipersemaian dan standar bibit rotan jernang siap tanam. Rangkaian isi buku ini ditutup di Bab Ketujuh dengan beberapa kesimpulan, rekomendasi dan saran untuk pengembangan bibit rotan penghasil jernang yang berkualitas.

 

Kondisi kelangkaan rotan jernang di hutan alam, menjadikan upaya domestifikasi rotan jernang harus segera dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan bahan baku resin jernang yang banyak dibutuhkan oleh industri obat, kosmentik dan pewarna. Di sisi lain, tinginya animo masyarakat untuk membudidayakan rotan jernang juga berimplikasi terhadap kebutuhan penyediaan bibit dalam jumlah yang cukup dengan kualitas baik dan seragam.

 

Melihat berbagai kondisi dan tantangan dalam pengembangan bibit rotan jernang yang berkualitas, maka berdasarkan saran dari penulis buku, kedepannya perlu dipikirkan penetapan lokasi yang diperuntukkan sebagai sumber benih dengan kondisi terjaga. Di lokasi ini diharapkan dapat menyediakan bahan untuk perbanyakan baik secara generatif maupun vegetatif, yang terjamin secara kontinyu, pasti dan legalitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

 

Selain tersedia dalam bentuk hardcopy buku ini juga tersedia dalam versi e-book dengan link berikut: https://bpk-palembang.org/publikasi/buku/strategi-produksi-bibit-berkualitas-untuk-pengembangan-rotan-jernang.html Selamat membaca. (Leo)

 

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar