Berita ~ Terbaru

Langkah Pengelolaan Gambut BP2LHK Palembang Diapresiasi, BPT Tawarkan Sinergitas Penelitian

Kamis, 8 Apr 2021 | 65

Langkah Pengelolaan Gambut BP2LHK Palembang Diapresiasi,  BPT Tawarkan Sinergitas Penelitian

Balai Litbang LHK Palembang.__Keberhasilan mengelola lahan gambut terdegradasi yang dilakukan Balai Litbang LHK Palembang, kembali menuai apresiasi dari instansi pemerintah lainnya. Kali ini, Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian memberikan komplimen atas upaya tersebut dan menawarkan sinergitas dan kolaborasi penelitian di lahan gambut.

Dalam kunjungannya (Senin, 29/03/2021), perwakilan rombongan tim Balittanah, Setiari Marwanto mengatakan bahwa saat ini mereka sedang merencanakan penelitian terkait faktor emisi pada sistem budidaya paludikutur atau lahan tergenang. Kegiatan penelitian ini merupakan rangkaian kegiatan Peat-IMPACT, kerja sama Balittanah dengan World Agroforestry Centre (ICRAF). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap apakah paludikultur dapat menjadi salah satu upaya mitigasi pelepasan emisi dari lahan gambut ke atmosfer.

Lebih lanjut, Setiari mengungkapkan penelitian dan pengembangan lahan gambut yang telah dilakukan Balai Litbang LHK Palembang dapat menjadi acuan bagi penelitian mereka. “Kami berharap bisa berdiskusi dengan tim peneliti dari Balai Litbang LHK Palembang. Informasi yang didapatkan nanti akan kami gunakan untuk melengkapi rencana penelitian tersebut “, ujar Setiari.

Pada pertemuan tersebut, Plt. Kepala Balai Litbang LHK Palembang, Erwin, menyambut baik tawaran sinergitas penelitian kedua Balai. “Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang Balittanah berikan. Kita juga mengakui kalau sinergitas pemanfaatan hasil penelitian memang harus lebih ditingkatkan sehingga hasilnya bisa lebih komprehensif dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat luas”, tuturnya. Erwin juga menjelaskan bahwa konsep Wana Mina Tani yang dikembangkan dalam pengelolaan lahan gambut terdegradasi, memang membuka peluang besar untuk sinergitas dengan berbagai pihak terkait lainnya.

Rombongan tim peneliti Balittanah ini berkesempatan untuk mengunjungi tiga plot penelitian yang dikelola oleh Balai Litbang LHK Palembang, yang berlokasi di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kamis, 1/04/2021).

Salah satu peneliti Balai Litbang LHK Palembang yang mendampingi kunjungan lapang, Bastoni, menjelaskan bahwa di lahan gambut terdegradasi dengan kriteria kedalaman yang sangat dalam dan hampir tergenang sepanjang tahun, hanya sedikit vegetasi yang mampu tumbuh secara alami dengan suksesi alami. Untuk itu intervensi sangat dibutuhkan agar biodiversitasnya semakin majemuk.

Bastoni juga menerangkan, salah satu langkah pengelolaan lahan gambut yang bisa diaplikasikan adalah penggunaan sistem Wana Mina Tani, dimana konsep ini memadukan antara budidaya tanaman kehutanan dengan budidaya perikanan dan budidaya pertanian dengan mengikuti pola fluktuasi hidrologi pada daerah tersebut.

Lokasi kunjungan kedua merupakan Kebun Konservasi Plasma Nutfah.  Areal ini awalnya merupakan lahan gambut bekas terbakar. Namun, dalam kurun waktu 10 tahun dapat diperbaiki kondisinya menjadi areal berhutan yang mempunyai potensi cadangan karbon yang tinggi.

Di lokasi plot penelitian ketiga, rombongan Balittanah diajak ke Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pedamaran untuk melihat demplot restorasi lahan rawa gambut terdegradasi yang mengaplikasikan cendawan mikoriza untuk penanaman. (Angga, Purwanto & Bastoni)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar