Berita ~ Terbaru

Kehadiran Jamur Scleroderma sp. sebagai Indikator Pemulihan di Lahan Gambut Bekas Kebakaran

Rabu, 28 Apr 2021 | 47

Kehadiran Jamur Scleroderma sp. sebagai Indikator Pemulihan  di Lahan Gambut Bekas Kebakaran

Tahapan pemulihan suatu lahan pasca kerusakan dapat terpantau dengan munculnya jasad hidup tertentu, yang menunjukkan kemampuan ekosistem untuk memperbaiki diri setelah mengalami kerusakan. Informasi mengenai hal tersebut penting untuk menilai tingkat kerentanan pengelolaan dan memperkirakan lamanya proses perbaikan ekosistem melalui restorasi.

Peneliti jamur masih meyakini bahwa kehadiran jamur tertentu merupakan pertanda adanya proses kehidupan tertentu pada suatu lingkungan. Demikian halnya pada jamur ektomikoriza di suatu ekosistem hutan. Sebagai jamur makroskopis (Basidiomycetes), kehadirannya merupakan pertanda peran agen hayati untuk membantu pemulihan lingkungan tempat tumbuh tanaman menuju tingkatan suksesi pepohonan. Miselia yang ada pada jamur merupakan organ penyerap hara, yang juga menghubungkan tingkatan semai ke pohon dewasa dalam fenomena nurse effect.

 

Seperti yang dijumpai pada lingkungan tempat tumbuh Shorea belangeran di Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran yang dikelola BP2LHK Palembang, tepatnya berlokasi di Sepucuk, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sebagai salah satu jenis Dipterocarpaceae, famili pohon yang sejarah bersimbiosis dengan jamur ektormikoria, S. belangeran ditemukan berasosiasi simbiosis dengan Scleroderma sp. Jenis tersebut ditemukan di bawah tegakan dan di antara pohon dengan semai anakan alamnya. Jenis tersebut dalam penelitian Nara (2008) disebutkan merupakan jenis yang muncul pada kondisi lingkungan yang mengalami cekaman namun karakter asosiasinya tidak spesifik inang pada jenis tertentu. Munculnya jenis tersebut terkait dengan kemudahan regenerasi jamur akibat bentuknya yang berupa puff ball, yang di dalam tubuh buahnya tersimpan banyak spora. Peran spora menjadi penting ketika harapan pemulihan lahan ditemukan di area suksesi primer. Regenerasi jamur menjadi penting dalam mendukung suplai hara dan air dalam rangka mendukung keberlanjutan regenerasi S. belangeran, dari pohon kepada tingkatan pertumbuhan di bawahnya terutama semai.

Keberlanjutan regenerasi S. belangeran yang didukung mekanisme mikoriza menjadi bagian penting keberhasilan restorasi lahan gambut bekas kebakaran. Mekanisme tersebut dibutuhkan dalam rangka mendukung akselerasi percepatan pemulihan lahan. Oleh karena itu, penanaman bibit rehabilitasi yang dibekali dengan jamur mikoriza menjadi alternatif solusi untuk lebih menjamin keberhasilkan upaya restorasi melalui revegetasi lahan {ulfa}

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar