Berita ~ Terbaru

Keberhasilan BP2LHK Palembang Merevegetasi Lahan Gambut di 2020, dan Bagaimana Kelanjutan 2021?

Jumat, 21 Mei 2021 | 98

Keberhasilan BP2LHK Palembang  Merevegetasi Lahan Gambut di 2020, dan Bagaimana Kelanjutan 2021?

Balai Litbang LHK Palembang.__Hasil evaluasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama demplot revegetasi gambut di areal bekas terbakar seluas 50 hektar di KHG Sungai Burnai – Sungai Sibumbung di kawasan HPT Pedamaran yang dilaksanakan oleh Balai Litbang LHK Palembang di tahun 2020, dibahas di ruang rapat Tembesu, Balai Litbang LHK Palembang (19/05/2021). Tingkat keberhasilan pemeliharaan di tahun pertama ini dikatakan cukup tinggi karena walaupun areal ini merupakan “taman bermain” nya babi hutan, tanamannya tumbuh dengan baik.

Hal itu dikatakan Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Sutomo ketika menjelaskan hasil yang mereka temukan di lapangan kepada tim pelaksana  BP2LHK Palembang. “Dari 25 plot ukur, persentase tumbuhnya berkisar 45,93?ngan jumlah tanaman 55.000 yang tumbuh dengan baik, atau bila di rata-rata ada 505 batang per hektar. Dengan ancaman terbesarnya hama dan kebakaran, pemeliharaan demplot ini cukup berhasil baik” ujar Sutomo.  

Lebih lanjut Sutomo menjelaskan kalau sebagian besar tanaman yang tidak tumbuh atau mati berada di areal yang tergenang air, selain itu ada beberapa tanaman yang berdaun kuning. Sutomo juga menambahkan tanaman yang mati, kemudian disulam, ternyata tanaman yang mati tersebut tumbuh lagi, sehingga ada dua jenis tanaman dalam lubang yang berdekatan, sedangkan untuk tanaman yang telah ditanam di 2019, sudah muncul tunas daun baru dan telah tumbuh dengan kompak, dengan perakaran yang mulai kuat.

Menanggapi evaluasi ini, Plt. Kepala Balai Litbang LHK Palembang, Erwin, mengatakan tim nya cukup senang dengan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel dan UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji. Erwin mengatakan pemanfaatan lahan marginal seperti lahan gambut paska kebakaran memang bukan hal yang mudah, banyak aspek yang harus diperhatikan. “Kami merasa senang, usaha kami diapresiasi dengan baik oleh mitra kerjasama kami. Tim pelaksana sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi ancaman-ancaman yang ada di demplot ini. Tahun kemarin, untuk mengatasi serangan babi, tanamannya kami pagari dan media tanam bibitnya sudah kita ganti agar tidak menarik babi”, jelas Erwin. Lebih lanjut Erwin mengatakan sampai saat ini, tim pelaksana belum menemukan cara jitu untuk mengusir babi dari areal demplot tersebut.

Evaluasi kegiatan ini dilakukan oleh tim Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel beserta timdari  UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji. Dalam kesempatan ini, Kepala UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji, Susilo Hartono, berharap dengan evaluasi ini kegiatan pemeliharaan di tahun 2021 akan lebih baik. “Pertemuan ini penting bagi kami, selain untuk menentukan arah kegiatan di tahun 2021 ini, juga untuk mengukur tingkat keberhasilan demplot. Tahun 2022 nanti, demplot revegetasi ini akan diserahkan pengelolaannya ke KPH sehingga penting untuk menjalankan langkah-langkah yang tepat”, tutur Susilo.

Dari hasil evaluasi lapangan, ada beberapa rekomendasi yang disarankan tim penilai. Tim melihat tanaman yang terpantau hidup pada saat monev sebelumnya, ternyata masih bisa bertahan dan tumbuh dengan cukup baik. Untuk itu perlu diadakan kegiatan pemeliharaan berupa pembersihan lahan disekitar tanaman dari tumbuhan bawah dan pemupukan di tanaman tersebut.

Untuk kegiatan penyulaman tanaman, tim menyarankan sebaiknya dilakukan pada petak yang prosentase tingkat kematiannya tinggi (seberang kanal dalam), dan agar penyulaman tanaman berhasil dengan baik, sebaiknya dipilih jenis tanaman yang mempunyai prosentase tumbuh tinggi dan mampu beradaptasi dengan kondisi / karakteristik lokasi revegetasi seperti jenis Jelutung rawa (Dyera Lowii) dan Belangeran (Shorea Balangeran). Sedangkan untuk pencegahan dari hama terutama babi hutan, perlu dialokasikan dana pemeliharaan.

Distribusi bibit untuk penyulaman sebaiknya mengacu pada hasil penilaian, dimana masing-masing 25 Plot Ukur (PU) mewakili areal petak tanaman seluas + 2 Ha, sehingga distribusi bibit penyulaman dapat lebih efektif dan nantinya menghasilkan jumlah tanaman yang merata disetiap petak tanam. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara periodik dan terus menerus oleh tim pelaksana Balai Litbang LHK Palembang  terutama di lokasi revegetasi yang kondisi lahan dan aksesibilitas sulit dijangkau.

Kegiatan pemeliharaan demplot revegetasi di areal bekas terbakar tahun 2020 ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahun 2019, DIPA APBN Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Dana Tugas Pembantuan Badan Restorasi Gambut.  Demplot ini berada di kawasan HPT Pedamaran wilayah, yang merupakan wilayah kerja UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. (Fitri).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar