Berita ~ Terbaru

Kabar Gembira, Webinar OPL BP2LHK Palembang Kini Hadir Dalam Bentuk Buku

Kamis, 1 Apr 2021 | 172

Kabar Gembira, Webinar OPL BP2LHK Palembang  Kini Hadir Dalam Bentuk Buku

Balai Litbang LHK Palembang.__Setelah sukses digelarnya webinar talkshow Obrolan Pelepas Lelah (OPL) berseri tujuh yang dilaksanakan tahun 2020 yang lalu, sahabat OPL kini bisa menikmati obrolan santai ilmiah ini dalam bentuk buku. Buku yang diberi judul sesuai dengan tema besar webinar OPL yakni Harmoni Baru Manusia dan Alam di Dataran Tinggi, Dataran Rendah, dan Lahan Basah, merupakan kumpulan tulisan para pembicara OPL dengan tema dari materi yang mereka bawakan. Buku setebal 284 halaman ini, mengulik fenomena-fenomena di seputar kegiatan penelitian yang belum sempat tersentuh hingga sering diabaikan namun layak untuk dijadikan pengetahuan baru.

 

Buku ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu: Harmonisasi Manusia dan Alam di Dataran Tinggi, Harmonisasi Manusia dan Alam di Dataran Rendah, dan Harmonisasi Manusia dan Alam di Lahan Basah.

 

Pada bagian satu, buku ini mengajak sahabat OPL untuk bioprospeksi di dataran tinggi, diantaranya membahas mengenai pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan yang dipercaya berfungsi sebagai obat, barangan atau saninten sebagai salah satu pangan potensial, dan rotan jernang yang bermanfaat sebagai obat tradisional, bahan baku industri obat, industri kosmetik, serta industri pewarna. Pada bagian ini, juga dihadirkan teknologi untuk pengembangan budidaya Bambang Lanang.

 

Namun, tak selamanya harmoni manusia dan alam di dataran tinggi ini berjalan beriringan. Disharmoni yang kerap terjadi disini juga disuguhkan kepada sahabat OPL untuk memahami betapa banyak persoalan mendasar yang perlu untuk dikaji lebih lanjut, seperti misalnya  semakin berkurangnya keberadaan rotan jernang dan barangan, serta semakin langka tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai tanaman obat. Untuk itu, etnobiologi dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan harmoni manusia dan alam.

 

Yang tak kalah menarik untuk dibaca di bagian satu ini adalah konsepsi baru yang diberi nama Blusukan Lanskap (BL) sebagai upaya untuk mendorong interaksi positif antar pihak yang terlibat agar terjadi proses reflektif-kreatif yang menghasilkan kelestarian lanskap.

 

Harmonisasi Manusia dan Alam di Dataran Rendah dibahas di bagian kedua. Bab ini mengajak sahabat OPL untuk melihat peluang-peluang bagaimana meningkatkan dan memulihkan sumber daya di dataran rendah. Disini diungkap potensi kayu pelawan sebagai kayu energi, budidaya jamur pelawan, gajah sebagai alat angkut bibit di daerah remote, dampak kebakaran hutan terhadap kerentanan hama, dan satwa unik tarsius Belitung, serta keberhasilan memulihkan kondisi hutan alam tidak produktif.

 

Menilik bagian terakhir dari buku ini yakni Harmonisasi Manusia dan Alam di Lahan Basah, sahabat OPL digiring untuk melihat kondisi di lahan basah mulai dari potensi lahan basah seperti sistem paludikultur, getah jelutung, kantong semar, sineol yang dihasilkan gelam, serta madu mangrove, sampai pada karakteristik lahan basah dan bahaya kebakaran di lahan gambut. Isu gender dalam pengelolaan lahan gambut tak luput juga dibahas disini.

 

Bagaimana sahabat OPL? Jadi semakin penasaran ingin membacanya dan menyingkap apa saja hal-hal yang selama ini belum banyak diungkap untuk menciptakan harmoni baru manusia dan alam, bukan?.  Bagi Sahabat OPL dari seluruh penjuru nusantara yang tertarik dan ingin membacanya, selain hardcopy, buku ini juga tersedia dalam versi e-book nya melalui tautan https://bpk-palembang.org/publikasi/buku/harmoni-baru-manusia-dan-alam-di-dataran-tinggi-rendah-dan-lahan-basah.html. (Yulni)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar