Berita ~ Berita LHK

Dharma Wanita BP2LHK Palembang Serukan Peduli Lingkungan dengan Minim Sampah

Senin, 24 Feb 2020 | 267

Dharma Wanita BP2LHK Palembang Serukan Peduli Lingkungan dengan Minim Sampah

BP2LHK Palembang (Palembang, 21/2/2020). “Di pertemuan ini, saya mengajak khususnya ibu-ibu Dharma Wanita untuk bersama-sama mengelola sampah rumah tangga, dengan memilah dan mengubah kebiasaan kita sehari-hari”, ujar Ibu Royani, Ketua Dharma Wanita BP2LHK Palembang ketika membuka acara silahturahmi ibu-ibu Dharma Wanita dan karyawati BP2LHK Palembang yang bertempat di ruang rapat Tembesu Balai Litbang LHK Palembang.

Menurut Royani, sampah menjadi salah satu permasalahan rumah tangga yang harus diperhatikan oleh ibu-ibu, karena sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit yang serius bagi keluarga. “ Kita harus memiliki kepedulian yang besar terhadap permasalahan limbah karena kitalah yang menjadi benteng pertamanya”, kata Royani.

Sosialisasi pengelolaan dan pemanfaatan sampah pada kesempatan ini disampaikan oleh Sahwalita, karyawati Balai Litbang LHK Palembang. Dalam presentasinya Sahwalita menjelaskan bahwa secara nasional sampah organik mencapai 57% sedangkan sampah plastik mencapai 15%, Di lain pihak, sampah mempunyai sifat terurai yang membutuhkan waktu yang lama, misalnya kantong plastik 10-20 tahun, sikat gigi 400 tahun, popok sekali pakai 450 tahun, bahkan ada yang tidak dapat terurai seperti styrofoam dan tisu basah.

Lebih lanjut Sahwallita menjelaskan bahwa untuk mengelola sampah ada tiga tahap yang harus dilakukan, yaitu mencegah, memilah dan mengolah. Dalam mencegah, ibu-ibu diharapkan dapat mengelola sampah sejak dari hulu (rumah) agar mudah diselesaikan di hilir (TPA). Kegiatan dalam tahap mencegah ini meliputi penguurangan, menggunakan ulang dan mendaur ulang.

Dalam tahapan memilah sampah, yang dapat dilakukan adalah dengan mengadopsi strategi tiga pintu. Pintu pertama yaitu, Pintu Depan. Di pintu ini dilakukan perencanaan untuk mencegah, misalnya ketika belanja kebutuhan sehari-hari menolak kantong kresek dan, membawa wadah sendiri, mengurangi penggunaan sedotan plastik, styrofoam, tissue, dan botol sekali pakai, serta memperbaiki benda-benda yang rusak agar tercegah menjadi sampah. Pintu kedua, Pintu Tengah, dimana ibu-ibu diharapkan cermat saat memproduksi kosumsi makanan dengan menghitung yang dimasak dan menghabiskan makanan. Cara yang dapat ditempuh antara lain, menyiapkam dafatar belanja, dan membeli seperlunya. Pintu terakhir, yaitu Pintu Belakang. Di pintu ini, cara yang dilakukan adalah mempilah dan mengolah sampah organik dan anorganik.

“ Setelah sosialisasi ini kita tantang ibu-ibu untuk menimbang sampah organik dan anorganik selama 1 minggu di rumah, apakah sampahnya nanti bisa berkurang atau tidak, setalah ibu-ibu melakukan tiga tahap mengelola sampah tersebut”, ucap Sahwalita.

Sahwalita juga mengajak ibu-ibu untuk membuat acara minim sampah, misalnya di acara arisan, pengajian dan pertemuan keluarga. Di acara ini, ibu-ibu diminta untuk melibatkan semua orang yang hadir. Caranya, dengan mengajak peserta di acara tersebut untuk mengambil makanan sesuai dengan porsinya dn apabila ada sisa makanan di piring, disiapkan ember besar untuk sampahnya.

Setelah melakukan sosialisasi ini, diadakan pemilihan kepengurusan organisasi Dharma Wanita Balai Litbang LHK Palembang. Rencananya kedepan, pengurus yang terpilih, secepatnya akan melaksanakan aksi sosial berupa pembentukan Bank Sampah bagi karyawan-karyawati Balai Litbang LHK Palembang. (Fitri)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar